Belitang (20/2/2024) — Pada tahun 2023 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berkolaborasi dengan Temasek Foundation dari Singapura melaksanakan program enkulturisasi STEM di Indonesia. Bebeapa guru dari Sumatera Selatan diikutsertakan sebagai peserta pada kegiatan tersebut, termasuk 5 orang guru di bidang STEM dari OKU Timur mengikuti kegiatan workshop on STEM secara daring dan luring. Pelaksanaan Workshop STEM secara luring dilaksanakan di National Institute of Education, Nangyang Technological University di Singapura dari tanggal 23 s.d. 27 Oktober 2023. Tindaklanjut kegiatan ini adalah guru yang mengikuti Pendidikan STEM harus mengimbaskan kepada guru lain dari sekolahnya dan sekolah lain. Mereka harus melaksanakan siklus pembelajaran sebanyak 2 siklus. Terhitung tanggal 19 Februari 2024 sampai dengan tanggal 23 Februari 2024 pelaksanaan pendampingan siklus pembelajaran STEM di SMP Negeri 1 Belitang Kabupaten OKU Timur Provinis Sumatera Selatan dimulai. Kegiatan pembelajaran Siklus I dan Siklus II didampingi oleh Konsultan STEM Mr. Sherwin Mobulo dari National Institute of Education (NIE), Nangyang Technological University, Singapura, dan Bastudin, M.Pd. dari BGP Provinsi Sumatera Selatan, yang diberi tugas oleh Kepala BGP Provinsi Sumatera Selatan sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek.
Pada hari ini dilaksanakan observasi pelaksanaan pembelajaran STEM siklus I dengan topik “Smartphone: Antara cinta dan Benci. Praktik pembelajaran STEM dilaksanakan di Kelas 9.1 SMP Negeri 1 Belitang. Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran STEM ini sebanyak 32 siswa. Kegiatan pendampingan pembelajaran STEM diawali dengan pemaparan materi oleh salah satu guru alumni STEM Education Leadership. Tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran STEM dengan judul Smartphone: antara benci dan cinta adalah membentuk kolaborasi, daya pikir peserta didik terhadap permasalahan/dampak penggunaan smartphone, dan menyuarakan pesan pemanfaatan smartphone secara positif. Sehingga aktivitas yang dilakukan oleh siswa adalah berdiskusi tentang manfaat dan dampak penggunaan smartphone. Pada akhirnya diharapkan bersikap positif terkait pemanfaatan smartphone. Untuk itu, siswa ditugaskan untuk membuat video yang mengkampanyekan pemanfaatan smartphone, khususnya untuk pembelajaran.
Setelah guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan desain pembelajaran yang sudah dirancang dan diberikan feedback, maka kemudian dilanjutkan sesi pemberian tanggapan dari konsultan STEM, Mr. Sherwin Mobula. Beberapa poin penting dari umpan balik yang diberikan oleh konsultan STEM antara lain guru memiliki hubungan yang baik dengan siswa, pembelajaran berpusat pada siswa dimana siswa diberi kesempatan untuk menjelaskan, dan guru dapat mengkaitkan dengan mata pelajaran lain seperti Pendidikan karakter, Bahasa inggris, TIK dan seni. Lebih lanjut dikatakan bahwa pembelajaran STEM berhubungan dengan kemampuan sosial emosional dimana siswa siswa dapat mengambil Keputusan yang bertanggungjawab. Melalui tanggapan yang berikan oleh konsultan paca guru melaksanakan demo pembelajaran, maka guru dari kelompok STEM merasa senang sekali atas tanggapannya demi perbaikan praktik pembelajaran mereka. Kegiatan pendampingan pembelajaran siklus I berakhir dengan disampaikannya tanggapan oleh konsultan STEM. Kemudian Siklus II pembelajaran STEM di SMPN 1 Belitang Kab. OKU Timur akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis tanggal 22 Februari 2024. Dan diharapkan pendampingan pembelajaran siklus dapat berjalan lancar.

Leave a Comment